Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Gairah Madiun Putra Kembali

  Setelah musim kemarin sempat tidak mengikuti kompetisi, pada musim ini Madiun Putra secara resmi akan kembali berkompetisi. Kali ini Madiun Putra akan berkompetisi di kasta bawah Liga Indonesia, Liga 4 Jawa Timur. Madiun Putra mendaftarkan diri pada detik-detik terakhir pendaftaran, yaitu tanggal 30 Oktober 2025. Berita itu disambut hangat oleh seluruh elemen suporter Madiun Putra. Mereka merayakan kabar itu dengan mengunggahnya ke akun media sosial mereka masing-masing seperti mengisyaratkan kepada masyarakat Madiun yang lain bahwa perayaan sepakbola di Madiun sudah kembali. Seperti yang kita tau, pada musim ini Madiun Putra lagi-lagi dalam posisi yang bisa dibilang kurang memuaskan. Dikutip dari Fan Zine edisi 23 November 2025, pemilik Madiun Putra masih belum bisa mengurus klub untuk saat ini dan mempersilahkan Madiun Putra dikelola oleh suporter atau investor yang tertarik. Setelah berbagai macam cara, akhirnya Madiun Putra resmi dikelola oleh Dutha Radhia atau yang biasa d...

Sebenarnya Apakah Ini Jalannya?

  Bisa dibilang dulu saat masih menganggur, fokusku hanya ke dua hal. Ya, aku cuma fokus ke standup dan ngeband. Nyambi buka-buka loker dan ngirim lamaran ke beberapa tempat yang mungkin saja membutuhkan jasaku. Tujuanku satu pada waktu itu, aku mau kerja yang menghasilkan uang untukku dan keluargaku, tapi aku gak mau sama sekali ngelepasin standup dan ngeband sepenuhnya. Mungkin salahku juga sudah terlalu dalam di dunia standup. Aku sampai nyoba openmic ke beberapa kota yang dulu bisa aku kunjungi karena keterbatasan dana cuma buat ngejar lucu aja. Menabung dari hasil usaha yang tidak seberapa itu hanya untuk mencari lucu. Aku seneng, tapi kadang tiap malam juga mikir kayak, “apa bener ini jalannya? Adekku bentar lagi kuliah, apa ini kalau ditelateni bakal menghasilkan uang?” Pikiranku pas standup kadang kacau karena sudah mulai tidak tulus untuk menghibur, malah sibuk mikirin gimana caranya bisa berpenghasilan dari standup. Ada benarnya, tapi ternyata menyiksa juga. Tidak cum...

Maafkan Aku

  Aku senang ketika kamu adalah orang yang ternyata tidak menolakku mentah-mentah. Kamu adalah orang yang selalu ingin bercerita tentang apa pun, bahkan tidak pernah sekali pun opini bodohku kamu tolak. Ketawamu yang selalu mengiringi obrolan kita berdua. Aku padahal merasa biasa saja, tapi kamu selalu merasa aku lebih dari yang aku pikirkan. Terima kasih sudah terus memberiku sudut pandang baru, terima kasih sudah terus memberi support kepadaku yang sering tidak percaya diri ini, terima kasih. Aku hanya bisa meminta maaf ketika semuanya tidak berarti apa-apa. Aku yang salah karena ketika tau ada perbedaan di antara kita, aku masih memaksakan hal itu meski sudah tau hal itu sangat sulit untuk dicoba. Maafkan aku yang sengaja menyeretmu dalam takdirku walau cuma sebentar. Aku tau kalau kamu merasa sakit mungkin ketika hal ini terjadi, aku pun juga, tapi aku lebih khawatir padamu. Maafkan aku.