Postingan

Kenapa Sekarang Tidak Seperti Bayanganku Dulu?

  Dulu, waktu masih kecil ngelihat orang kerja itu kayak enak aja. Mereka kerja, mereka bisa beli apa aja yang mereka suka dengan gaji atau upahnya. Hampir semua anak seusiaku dulu selalu bermimpi agar cepat kerja agar bisa membeli barang impiannya dengan uangnya sendiri. Bahkan anak-anak seusiaku dulu seperti punya target kalau akan punya rumah di usia berapa, punya mobil di suai berapa, menikah di usia berapa, dan punya anak di suia berapa. Semua tampak menyenangkan ketika masih dalam bentuk angan-angan atau impian. Sekarang, kenyataannya tidak seperti bayanganku dan teman-teman semasa kecilku dulu. Aku memang sudah lama tidak berbincang dengan mereka, tapi entah kenapa aku yakin mereka pun pasti sama halnya denganku yang bisa hidup aja udah bersyukur. Bukan berarti tidak bisa menikmati hidup, cuma kenapa kenyataannya jauh dari apa yang kami bayangkan dulu. Perasaan dulu kelihatan susah banget kalau nabung dua ribu rupiah hanya untuk main PS 2 satu jam,. Sekarang? Uang segitu g...

POLA YANG SAMA

  “Entahlah, sebenernya harus bagaimana juga gak tau. Apa yang salah juga gak tau. Kenapa polanya sama semua, ya?” Maaf kalau sekarang apa-apa tentang diriku ini akan aku tulis di sini hahahaa. Alay mungkin, ya. Tapi, memang cuma ini yang bisa aku lakuin sekarang biar gak aku pendem sendiri. Terkesan kayak banyak omong atau sok penting sampai seluruh orang harus tau masalahku kalau aku nulis di sini. Tapi, aku juga gak tau harus meluapkan ini ke mana. Jadi, setelah sekian lama aku tidak bermain bumble, aplikasi cari jodoh itu hahahaa, aku memberanikan diri untuk membuka aplikasi itu lagi. Padahal peluangnya selama punya aplikasi itu 0% sampai saat ini hahahaa. Ya, karena memang sampai saat ini pun dari aplikasi itu belum menghasilkan apa-apa untukku hahahaha. Sangat menyedihkan sekali. Bertemulah aku dengan dua cewek yang menurutku oke. Oke bagiku, ya, ini. Ngobrol nyambung, sering membahas apa saja, sudah sampai move IG dan bahkan WhatsApp. Bukan aku yang menawarkan, tapi me...

Gak Semuanya Harus Sesuai Standarmu

  Judulnya terlalu universal, ya? Malah bisa blunder cuma karena judulnya saja. Tapi, di sini aku mau membahas tentang opini orang-orang yang menurutku memaksakan sekali. Sebenernya aku sendiri juga takut untuk mengatakan hal ini karena bagi anak-anak muda di jaman sekarang, yang mereka ini sangat liberal sekali, kadang aku yang konservatif ini dicap aneh. Ya, memang kenyataannya begitu. Tapi, ya, sudahlah akan aku tulis menurut apa yang aku yakini dan percayai. Harus aku akui bahwa di platform X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter memang banyak sekali orang-orang progresif. Opini-opini mereka yang mereka tuang dalam bentuk tweet sering kali menimbulkan tweet war. Salah satunya adalah opini yang baru saja mereka lontarkan yaitu mengenai queerphobic dan homophobic. Mereka berpendapat bahwa anak-anak skena yang berbusana alternatif atau punk tapi ternyata mereka adalah queerphobic atau homophobic mending tidak usah berbusana seperti itu lagi. Hal yang mendasari itu adalah karena...

Liverpool yang Gak Nggetih Musim Ini

Sebenarnya waktu mau menulis ini pun kepikiran apakah nantinya bakal dicap sebagai “si paling pundit” atau “si paling paham bola” atau mungkin “si paling Liverpool”. Jadi, alangkah lebih baik kalau aku tegaskan ini cuma berdasarkan uneg-uneg yang selama musim 2025-2026 ini mengganjal di kepalaku. Berawal dari pertanyaan yang terus menerus ‘ku cari jawabannya ketika melihat Liverpool bermain buruk. Mungkin sebagian fans Liverpool yang lain juga merasakan hal serupa, tapi mungkin sebagian yang lain gak merasakannya. Awalnya, aku merasa bahwa performa Liverpool buruk di awal musim itu adalah hal yang wajar. Banyak pemain baru dan harus membuat taktik yang membuat mereka bisa beradaptasi di Liga Inggris. Ya, aku awalnya merasakan itu biasa saja. Bahkan, sampai sekarang pun aku masih menancapkan pemikiran bahwa Liverpool juara di musim kemarin adalah sebuah keberuntungan. Kenapa? Harus diakui kalau beberapa tim besar di musim lalu mainnya gak konsisten dan Liverpool selalu menang dengan p...

Entah Apa Judulnya

Baru bisa menulis lagi setelah beberapa kejadian buruk menimpa. Sebenarnya, aku tidak punya pacar. Aku harus akui bahwa pacarku sampai di usia saat ini cuma dua. Tahun 2025 kemarin aku bertemu dengan salah satu wanita yang bisa dibilang sangat cocok denganku. Menurutku, ya, hehehehe. Kami bertemu dengan tidak sengaja karena kami adalah teman dari salah seorang yang temannya banyak banget. Nah, salah dua temannya temanku ini adalah aku dan dia. Saat itu aku diajak ke sebuah coffee shop untuk nongkrong. Aslinya males banget karena di hari yang sama aku menghadiri acara anak-anak bola di kotaku. Mereka bermain fun football dengan berdandan casual, ada space untuk membaca buku, ada juga untuk sharing pengetahuan musik seputar dunia bola (terutama Britpop). Setelah itu, aku baru ke coffee shop yang dituju temanku ini. Ternyata dia membawa temannya yang, cieilah malu aku hahahaha. Entah bagaimana, obrolan kami nyambung banget. Bahkan, dia sempat membaca zine yang aku bawa dari acara anak-ana...

Dewi Fortuna Pasti Akan Datang, Kan?

  Masih teringat bagaimana dulu chant “Dewi Fortuna Pasti Akan Datang” pertama kali diperkenalkan di sebuah chant class. Sebuah chant yang memberi semangat dan keyakinan bahwa hal yang tidak mungkin terjadi pun bisa saja terjadi. Saat pertama kali membaca liriknya, mencoba untuk menyanyikannya, hati ini bergetar dan menepis semua pikiran negatif. Hanya ada satu hal yang tersirat, apa pun masalahnya pasti bisa dilewati MPFC. Begitu pikirku dulu. Bagaimana tidak? Saat MPFC berhasil mengalahkan atau bahkan mengimbangi tim-tim ternama seperti PSS Sleman, Persebaya Surabaya, atau PSIM Jogjakarta chant itu terus menjadi penyemangat para suporter mau pun pemain. Semua percaya bahwa dengan usaha yang keras, dengan keyakinan yang tidak pudar, “Dewi Fortuna” dalam chant tersebut akan benar-benar menolong kita semua. Sayangnya, sekarang harapan-harapan itu sudah pudar. Entah disadari atau tidak, tidak ada lagi harapan dan keyakinan bahwa kita akan baik-baik saja ke depannya. Mulai dari tu...