Postingan

Gak Semuanya Harus Sesuai Standarmu

  Judulnya terlalu universal, ya? Malah bisa blunder cuma karena judulnya saja. Tapi, di sini aku mau membahas tentang opini orang-orang yang menurutku memaksakan sekali. Sebenernya aku sendiri juga takut untuk mengatakan hal ini karena bagi anak-anak muda di jaman sekarang, yang mereka ini sangat liberal sekali, kadang aku yang konservatif ini dicap aneh. Ya, memang kenyataannya begitu. Tapi, ya, sudahlah akan aku tulis menurut apa yang aku yakini dan percayai. Harus aku akui bahwa di platform X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter memang banyak sekali orang-orang progresif. Opini-opini mereka yang mereka tuang dalam bentuk tweet sering kali menimbulkan tweet war. Salah satunya adalah opini yang baru saja mereka lontarkan yaitu mengenai queerphobic dan homophobic. Mereka berpendapat bahwa anak-anak skena yang berbusana alternatif atau punk tapi ternyata mereka adalah queerphobic atau homophobic mending tidak usah berbusana seperti itu lagi. Hal yang mendasari itu adalah karena...

Liverpool yang Gak Nggetih Musim Ini

Sebenarnya waktu mau menulis ini pun kepikiran apakah nantinya bakal dicap sebagai “si paling pundit” atau “si paling paham bola” atau mungkin “si paling Liverpool”. Jadi, alangkah lebih baik kalau aku tegaskan ini cuma berdasarkan uneg-uneg yang selama musim 2025-2026 ini mengganjal di kepalaku. Berawal dari pertanyaan yang terus menerus ‘ku cari jawabannya ketika melihat Liverpool bermain buruk. Mungkin sebagian fans Liverpool yang lain juga merasakan hal serupa, tapi mungkin sebagian yang lain gak merasakannya. Awalnya, aku merasa bahwa performa Liverpool buruk di awal musim itu adalah hal yang wajar. Banyak pemain baru dan harus membuat taktik yang membuat mereka bisa beradaptasi di Liga Inggris. Ya, aku awalnya merasakan itu biasa saja. Bahkan, sampai sekarang pun aku masih menancapkan pemikiran bahwa Liverpool juara di musim kemarin adalah sebuah keberuntungan. Kenapa? Harus diakui kalau beberapa tim besar di musim lalu mainnya gak konsisten dan Liverpool selalu menang dengan p...

Entah Apa Judulnya

Baru bisa menulis lagi setelah beberapa kejadian buruk menimpa. Sebenarnya, aku tidak punya pacar. Aku harus akui bahwa pacarku sampai di usia saat ini cuma dua. Tahun 2025 kemarin aku bertemu dengan salah satu wanita yang bisa dibilang sangat cocok denganku. Menurutku, ya, hehehehe. Kami bertemu dengan tidak sengaja karena kami adalah teman dari salah seorang yang temannya banyak banget. Nah, salah dua temannya temanku ini adalah aku dan dia. Saat itu aku diajak ke sebuah coffee shop untuk nongkrong. Aslinya males banget karena di hari yang sama aku menghadiri acara anak-anak bola di kotaku. Mereka bermain fun football dengan berdandan casual, ada space untuk membaca buku, ada juga untuk sharing pengetahuan musik seputar dunia bola (terutama Britpop). Setelah itu, aku baru ke coffee shop yang dituju temanku ini. Ternyata dia membawa temannya yang, cieilah malu aku hahahaha. Entah bagaimana, obrolan kami nyambung banget. Bahkan, dia sempat membaca zine yang aku bawa dari acara anak-ana...

Dewi Fortuna Pasti Akan Datang, Kan?

  Masih teringat bagaimana dulu chant “Dewi Fortuna Pasti Akan Datang” pertama kali diperkenalkan di sebuah chant class. Sebuah chant yang memberi semangat dan keyakinan bahwa hal yang tidak mungkin terjadi pun bisa saja terjadi. Saat pertama kali membaca liriknya, mencoba untuk menyanyikannya, hati ini bergetar dan menepis semua pikiran negatif. Hanya ada satu hal yang tersirat, apa pun masalahnya pasti bisa dilewati MPFC. Begitu pikirku dulu. Bagaimana tidak? Saat MPFC berhasil mengalahkan atau bahkan mengimbangi tim-tim ternama seperti PSS Sleman, Persebaya Surabaya, atau PSIM Jogjakarta chant itu terus menjadi penyemangat para suporter mau pun pemain. Semua percaya bahwa dengan usaha yang keras, dengan keyakinan yang tidak pudar, “Dewi Fortuna” dalam chant tersebut akan benar-benar menolong kita semua. Sayangnya, sekarang harapan-harapan itu sudah pudar. Entah disadari atau tidak, tidak ada lagi harapan dan keyakinan bahwa kita akan baik-baik saja ke depannya. Mulai dari tu...

Gairah Madiun Putra Kembali

  Setelah musim kemarin sempat tidak mengikuti kompetisi, pada musim ini Madiun Putra secara resmi akan kembali berkompetisi. Kali ini Madiun Putra akan berkompetisi di kasta bawah Liga Indonesia, Liga 4 Jawa Timur. Madiun Putra mendaftarkan diri pada detik-detik terakhir pendaftaran, yaitu tanggal 30 Oktober 2025. Berita itu disambut hangat oleh seluruh elemen suporter Madiun Putra. Mereka merayakan kabar itu dengan mengunggahnya ke akun media sosial mereka masing-masing seperti mengisyaratkan kepada masyarakat Madiun yang lain bahwa perayaan sepakbola di Madiun sudah kembali. Seperti yang kita tau, pada musim ini Madiun Putra lagi-lagi dalam posisi yang bisa dibilang kurang memuaskan. Dikutip dari Fan Zine edisi 23 November 2025, pemilik Madiun Putra masih belum bisa mengurus klub untuk saat ini dan mempersilahkan Madiun Putra dikelola oleh suporter atau investor yang tertarik. Setelah berbagai macam cara, akhirnya Madiun Putra resmi dikelola oleh Dutha Radhia atau yang biasa d...

Sebenarnya Apakah Ini Jalannya?

  Bisa dibilang dulu saat masih menganggur, fokusku hanya ke dua hal. Ya, aku cuma fokus ke standup dan ngeband. Nyambi buka-buka loker dan ngirim lamaran ke beberapa tempat yang mungkin saja membutuhkan jasaku. Tujuanku satu pada waktu itu, aku mau kerja yang menghasilkan uang untukku dan keluargaku, tapi aku gak mau sama sekali ngelepasin standup dan ngeband sepenuhnya. Mungkin salahku juga sudah terlalu dalam di dunia standup. Aku sampai nyoba openmic ke beberapa kota yang dulu bisa aku kunjungi karena keterbatasan dana cuma buat ngejar lucu aja. Menabung dari hasil usaha yang tidak seberapa itu hanya untuk mencari lucu. Aku seneng, tapi kadang tiap malam juga mikir kayak, “apa bener ini jalannya? Adekku bentar lagi kuliah, apa ini kalau ditelateni bakal menghasilkan uang?” Pikiranku pas standup kadang kacau karena sudah mulai tidak tulus untuk menghibur, malah sibuk mikirin gimana caranya bisa berpenghasilan dari standup. Ada benarnya, tapi ternyata menyiksa juga. Tidak cum...