Tuhan, Aku Mohon
Dulu, aku merasa bahwa mengejar mimpiku untuk menjadi seorang komika sudah selesai. Karena ada banyak hal yang harus aku urus dan tidak mungkin aku mengurusnya dalam keadaan kantong kering. “Memangnya menjadi seorang komika itu kantongnya kering?” Ya. Apalagi komika daerah sepertiku yang notabene jarang sekali mendapatkan job atau tanggapan standup. Aku berharap dengan bekerja seperti sekarang, aku bisa setidaknya membantu keluargaku. Gajiku tetap dan aku bisa terus memberi napas ke keluargaku. Aku juga tidak membuat mama khawatir dengan hidupku. Aku mau mama merasa percaya pada pilihanku, karena aku yang menjalani ini dan aku yang bertanggung jawab atas diriku sendiri. Aku merasa bahwa standup sekarang cukup sekadar hobi saja. Cukup dijadikan pelampiasan emosi agar aku tidak stres bekerja. Tapi, ketika standup begitu jauh dari jangkauanku, aku begitu merindukannya. Aku merindukan circle-nya, bercanda bareng, orang-orangnya, penontonnya, kegelisahan sebelum manggungnya, kebin...