TERLALU CEPAT
Kalau dibilang aslinya dari keluarga yang harmonis, kemungkinan tidak. Karena memang tidak seharmonis yang orang-orang kira. Papa dan Mama dulu sering bertengkar meski ujung-ujungnya nanti rujuk. Semakin dewasa aku semakin paham memang harus banyak yang diselesaikan sebelum akhirnya berani untuk hidup berdampingan selama-lamanya. Butuh komitmen, butuh pemikiran yang setidaknya satu visi, butuh yang satu frekuensi, butuh saling melengkapi, dan lain-lain. Tapi, bukan berarti Papa dan Mama tidak seperti itu. Kadang memang ego kalau sudah tersenggol, sulit juga untuk diredam. Semua berjalan baik-baik saja hingga masuk masa SMA. Ketika pertengkaran hebat itu tidak bisa dihindari. Suasana di rumah jadi tidak enak. Waktu itu di rumah cuma ada aku, adekku, Papa, dan Mama. Pertengkaran itu membuat rumah jadi dingin karena ada uda kubu. Aku yang tidak bisa memihak ke salah satu, aku memilih untuk mencari pelarian waktu itu. Entah bagaimana caranya aku harus keluar dari rumah, mencari tem...