Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

POLA YANG SAMA

  “Entahlah, sebenernya harus bagaimana juga gak tau. Apa yang salah juga gak tau. Kenapa polanya sama semua, ya?” Maaf kalau sekarang apa-apa tentang diriku ini akan aku tulis di sini hahahaa. Alay mungkin, ya. Tapi, memang cuma ini yang bisa aku lakuin sekarang biar gak aku pendem sendiri. Terkesan kayak banyak omong atau sok penting sampai seluruh orang harus tau masalahku kalau aku nulis di sini. Tapi, aku juga gak tau harus meluapkan ini ke mana. Jadi, setelah sekian lama aku tidak bermain bumble, aplikasi cari jodoh itu hahahaa, aku memberanikan diri untuk membuka aplikasi itu lagi. Padahal peluangnya selama punya aplikasi itu 0% sampai saat ini hahahaa. Ya, karena memang sampai saat ini pun dari aplikasi itu belum menghasilkan apa-apa untukku hahahaha. Sangat menyedihkan sekali. Bertemulah aku dengan dua cewek yang menurutku oke. Oke bagiku, ya, ini. Ngobrol nyambung, sering membahas apa saja, sudah sampai move IG dan bahkan WhatsApp. Bukan aku yang menawarkan, tapi me...

Gak Semuanya Harus Sesuai Standarmu

  Judulnya terlalu universal, ya? Malah bisa blunder cuma karena judulnya saja. Tapi, di sini aku mau membahas tentang opini orang-orang yang menurutku memaksakan sekali. Sebenernya aku sendiri juga takut untuk mengatakan hal ini karena bagi anak-anak muda di jaman sekarang, yang mereka ini sangat liberal sekali, kadang aku yang konservatif ini dicap aneh. Ya, memang kenyataannya begitu. Tapi, ya, sudahlah akan aku tulis menurut apa yang aku yakini dan percayai. Harus aku akui bahwa di platform X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter memang banyak sekali orang-orang progresif. Opini-opini mereka yang mereka tuang dalam bentuk tweet sering kali menimbulkan tweet war. Salah satunya adalah opini yang baru saja mereka lontarkan yaitu mengenai queerphobic dan homophobic. Mereka berpendapat bahwa anak-anak skena yang berbusana alternatif atau punk tapi ternyata mereka adalah queerphobic atau homophobic mending tidak usah berbusana seperti itu lagi. Hal yang mendasari itu adalah karena...

Liverpool yang Gak Nggetih Musim Ini

Sebenarnya waktu mau menulis ini pun kepikiran apakah nantinya bakal dicap sebagai “si paling pundit” atau “si paling paham bola” atau mungkin “si paling Liverpool”. Jadi, alangkah lebih baik kalau aku tegaskan ini cuma berdasarkan uneg-uneg yang selama musim 2025-2026 ini mengganjal di kepalaku. Berawal dari pertanyaan yang terus menerus ‘ku cari jawabannya ketika melihat Liverpool bermain buruk. Mungkin sebagian fans Liverpool yang lain juga merasakan hal serupa, tapi mungkin sebagian yang lain gak merasakannya. Awalnya, aku merasa bahwa performa Liverpool buruk di awal musim itu adalah hal yang wajar. Banyak pemain baru dan harus membuat taktik yang membuat mereka bisa beradaptasi di Liga Inggris. Ya, aku awalnya merasakan itu biasa saja. Bahkan, sampai sekarang pun aku masih menancapkan pemikiran bahwa Liverpool juara di musim kemarin adalah sebuah keberuntungan. Kenapa? Harus diakui kalau beberapa tim besar di musim lalu mainnya gak konsisten dan Liverpool selalu menang dengan p...

Entah Apa Judulnya

Baru bisa menulis lagi setelah beberapa kejadian buruk menimpa. Sebenarnya, aku tidak punya pacar. Aku harus akui bahwa pacarku sampai di usia saat ini cuma dua. Tahun 2025 kemarin aku bertemu dengan salah satu wanita yang bisa dibilang sangat cocok denganku. Menurutku, ya, hehehehe. Kami bertemu dengan tidak sengaja karena kami adalah teman dari salah seorang yang temannya banyak banget. Nah, salah dua temannya temanku ini adalah aku dan dia. Saat itu aku diajak ke sebuah coffee shop untuk nongkrong. Aslinya males banget karena di hari yang sama aku menghadiri acara anak-anak bola di kotaku. Mereka bermain fun football dengan berdandan casual, ada space untuk membaca buku, ada juga untuk sharing pengetahuan musik seputar dunia bola (terutama Britpop). Setelah itu, aku baru ke coffee shop yang dituju temanku ini. Ternyata dia membawa temannya yang, cieilah malu aku hahahaha. Entah bagaimana, obrolan kami nyambung banget. Bahkan, dia sempat membaca zine yang aku bawa dari acara anak-ana...