Dewi Fortuna Pasti Akan Datang, Kan?
Masih
teringat bagaimana dulu chant “Dewi Fortuna Pasti Akan Datang” pertama kali
diperkenalkan di sebuah chant class. Sebuah chant yang memberi semangat dan
keyakinan bahwa hal yang tidak mungkin terjadi pun bisa saja terjadi. Saat
pertama kali membaca liriknya, mencoba untuk menyanyikannya, hati ini bergetar
dan menepis semua pikiran negatif. Hanya ada satu hal yang tersirat, apa pun
masalahnya pasti bisa dilewati MPFC. Begitu pikirku dulu.
Bagaimana
tidak? Saat MPFC berhasil mengalahkan atau bahkan mengimbangi tim-tim ternama
seperti PSS Sleman, Persebaya Surabaya, atau PSIM Jogjakarta chant itu terus
menjadi penyemangat para suporter mau pun pemain. Semua percaya bahwa dengan
usaha yang keras, dengan keyakinan yang tidak pudar, “Dewi Fortuna” dalam chant
tersebut akan benar-benar menolong kita semua.
Sayangnya,
sekarang harapan-harapan itu sudah pudar. Entah disadari atau tidak, tidak ada
lagi harapan dan keyakinan bahwa kita akan baik-baik saja ke depannya. Mulai
dari turun kasta ke Liga 3, terseok-seok dan akhirnya mampu berkompetisi lagi,
sampai sekarang malah merosot ke Liga 4, rasanya chant itu seperti tidak
relevan dengan keadaan kita saat ini. Begitu banyak masalah yang terjadi hingga
kita mulai berjalan ala kadarnya.
Kita sudah
mengorbankan banyak hal. Membayar denda hingga bisa kembali berkompetisi,
mengurus klub yang bahkan tidak dihiraukan oleh pemiliknya sendiri, semua sudah
kita lakukan. Tapi, kenapa harapan itu tidak segera datang menyorot usaha kita?
Apa masih kurang? Bahkan, ketika hendak tidur, entah cuma aku atau kalian pun
melakukan hal yang sama, hanya bisa menatap plafon di kamar sembari berkata, “Dewi
Fortuna yang selalu kami nyanyikan di tribun, yang selalu kami tunggu-tunggu
kedatangannya karena usaha keras kami, pasti akan datang, kan?”
Komentar
Posting Komentar