POLA YANG SAMA
“Entahlah,
sebenernya harus bagaimana juga gak tau. Apa yang salah juga gak tau. Kenapa
polanya sama semua, ya?”
Maaf kalau
sekarang apa-apa tentang diriku ini akan aku tulis di sini hahahaa. Alay
mungkin, ya. Tapi, memang cuma ini yang bisa aku lakuin sekarang biar gak aku
pendem sendiri. Terkesan kayak banyak omong atau sok penting sampai seluruh
orang harus tau masalahku kalau aku nulis di sini. Tapi, aku juga gak tau harus
meluapkan ini ke mana.
Jadi, setelah
sekian lama aku tidak bermain bumble, aplikasi cari jodoh itu hahahaa, aku
memberanikan diri untuk membuka aplikasi itu lagi. Padahal peluangnya selama
punya aplikasi itu 0% sampai saat ini hahahaa. Ya, karena memang sampai saat
ini pun dari aplikasi itu belum menghasilkan apa-apa untukku hahahaha. Sangat
menyedihkan sekali.
Bertemulah
aku dengan dua cewek yang menurutku oke. Oke bagiku, ya, ini. Ngobrol nyambung,
sering membahas apa saja, sudah sampai move IG dan bahkan WhatsApp. Bukan aku
yang menawarkan, tapi mereka yang menawarkan. Pikirku berarti mereka sudah
percaya denganku. Karena memberikan nomor pribadi menurutku sudah sinyal lampu
hijau. Pikirku.
Nah, anehnya
di sini. Entah kenapa pola ini selalu berulang. Berawal dari chat, belum sampai
ketemu, tapi obrolannya mulai cair, semakin dekat juga, tapi justru karena
semakin dekat seolah-olah mereka seperti tidak siap menerimaku. Dan aku juga
gak tau alasannya kenapa.
“We’re
friend right?”
“mas danang,
maaf ya kayaknya makin ke sini tuh aku msh blm siap buat cari pasangan atau partner
hidup. aku msh blm terbiasa harus komunikasi abcd dgn org juga, maaf klo aku
cuek terus menerus. aku cm pgn pny temen aja skrg maaf ya mas aku gamau buat
harapan ke mas danang yg uda baik ini, semoga mas danang segera dpt jodoh yg
terbaik ya yg uda siap dgn komitmen”
Kenapa, ya?
Hahahaha.
Maaf kalau
kesannya over sharing.
Komentar
Posting Komentar