KEKURANGANKU

 

Entah kalian percaya atau tidak, menurutku ini fenomena aneh. Aku merasa kurang dalam hal apa pun yang memang sebenarnya kurang banget kalau dilihat dan dihitung. Seperti ceritaku beberapa bulan yang lalu, 2025 kemarin saat aku dekat sama seorang cewek, aku merasa kalau aku ini cukup-cukup aja. Kurang, tapi kalau sama dia seperti tidak terasa kurang.

Nah, sebelum bersama cewek itu dan sesudahnya sekarang, aku mulai minder dengan keadaanku jika dibandingkan dengan orang lain. Aku lihat orang punya iPhone aja langsung ngerasa kalau di usiaku yang sekarang tampaknya memang aku udah terlalu lama untuk memulai segalanya. Aku merasa kalau dulu aku banyak membuang waktu untuk impianku yang entah kapan bisa terwujud atau jangan-jangan tidak bisa terwujud sama sekali. Padahal itu baru ngelihat HP.

Tidak cuma itu. Kadang aku melihat orang yang lebih muda dariku atau seumuranku bisa foto ke tempat oke dan memakan makanan yang oke pun aku minder. Karena selama ini aku makan seadanya aja. Nasi, sayur, lauknya tahu sama tempe cukup. Kadang ngelihat orang-orang bisa makan-makanan populer gitu ngerasa kayak, “kan, emang terlambat. Terlalu lambat aku ini.” Kenapa bisa gitu, ya?

Banyak hal lain yang membuatku seperti merasa kerdil di dunia ini. Aku ngerasa kalau emang aku ditakditkan untuk menjadi mas-mas yang jadi patokan untuk orang lain. “Le, kalau besar nanti tujuan hidupmu yang terarah, ya. Lihat mas-mas itu, dari dulu gitu-gitu aja hidupnya kayak gak punya arah.” Ngerasanya, sih, kayak gitu.

Aku gak pernah ngerasa pantes untuk dekat dengan siapa pun. Ini klimaksnya. Seperti ada ketakutan kalau belum mapan mending tidak usah mendekat. Tapi, emang dasarnya ngeyel, makanya sering ditolak dan otakku otomatis menyalahkanku karena aku bodoh. “Nah, kan, miskin sok-sokan untuk deketin orang.” Kenapa, ya?

Bahkan, sekarang ketika aku sudah kerja kantoran pun aku merasa kalau aku tidak ada bedanya dengan yang dulu. Masih biasa-biasa aja. Karena memang, ya, biasa-biasa aja orangnya. Sebenarnya apa yang harus aku lakukan dan bagaimana melakukannya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Entah Apa Judulnya

Maafkan Aku

Dewi Fortuna Pasti Akan Datang, Kan?