KEPIKIRAN TERUS

 

Entah kenapa akhir-akhir ini rasanya capek banget. Semakin ke sini, membuka Instagram, membuka TikTok, Threads, X, dan permedsosan lainnya ngerasa kalau algoritmanya memaksaku buat memiliki pasangan. Udah capek sama kerjaan, sama keadaan, malah diingetin kalau nggak punya pasangan sama algoritma. Padahal, aslinya aku sadar diri kalau aku emang belum siap. Aku merasa kurang terus karena memang banyak kurangnya aku yang sekarang ini.

Salah satu kekuranganku yang menurutku nggak bisa ditutupi adalah finansial. Jujur saja, menginjak usia 28 dan bekerja dengan UMR Ponorogo ini jadi kepikiran. “Emang ada orang yang mau sama mas-mas berupah UMR?” Upah UMR aja dibuat sendiri udah keteteran. Aku ngerasa kalau aku harus banget menaikkan value-ku, tapi sadar kalau finansialku aja berantakan. “Tapi, nggak semua-semuanya dinilai dari finansial.” Kata siapa? Mau kelaparan kamu?

Iya, menaikkan value-ku sendiri bisa dimulai dari hal-hal sederhana dulu seperti membaca buku misalnya. Aku memang akhir-akhir ini atau bisa dibilang mulai tahun ini mulai membiasakan diri untuk membaca buku. Entah bagaimana pun isi bukunya, karena sudah terlanjur aku beli, harus aku selesaikan. Meski pun kadang pembahasannya tidak cocok, tapi minimal aku jadi ada pengetahuannya. Tapi, kelihatannya cuma itu aja yang sedang aku kerjakan. Sad.

Olahraga? Nggak. Iya, sih, ada kegiatan kayak Mini Soccer sama Badminton yang baru-baru aja aku lakukan. Itu juga fun, bukan yang profesional gitu. Justru aku iri sama orang-orang yang bisa nge-gym karena mereka sudah bisa kupastikan kalau waktunya luang dan finansial mereka mencukupi untuk itu. Seperti yang aku bilang sebelumnya, mungkin karena memang fokusku tidak ke diriku sendiri, jadinya aku merasa waktu nge-gym itu dan dana untuk itu juga mending dipakai untuk yang lain.

Tidak usah jauh-jauh. Ada cewek post makanan real food aja langsung minder aku. Ngerasa kayak, “sialan, aku sek sego jotos, sego pecel, lawuh tempe goreng.” Jelas kalau dibandingkan sangatlah njomplang.

Alah, entahlah. Aku juga nggak tau. Ini cuma pikiran yang menggangguku selama bulan ini. Semoga setelah aku tulis di sini apa yang menjadi topik di tulisan ini nggak kepikiran lagi hahahaha. Seolah-olah kayak udah siap untuk berhubungan aja padahal masih jauuhhhhhhhh dari standar hahahaha. Udah, gitu aja. Khamsiaaaa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Entah Apa Judulnya

Maafkan Aku

Dewi Fortuna Pasti Akan Datang, Kan?