Postingan

Bukan Madiun, tapi Madiunchester

Saya berani bilang bahwa Kota Madiun atau daerah Madiun ini, dalam persepakbolaan nasional, bisa disebut sebagai Madiunchester. Ada beberapa alasan, meski pun hampir semua kelihatan memaksa hahaha. Tidak masalah, karena menurut saya pribadi, Madiunchester ini bukan hanya soal klub sepakbola, tapi juga kultur atau budaya terhadap sepakbola. Saya akan berusaha menjelaskan sedikit, jadi kalau ada salah, hal yang terlewat, atau hal-hal lainnya, saya minta maaf. Madiun, baik di Kota maupun Kabupaten, memiliki beberapa klub sepakbola yang sekarang berada di satu divisi yang sama. Meski pun bukan kasta tertinggi alias kasta paling bawah, setidaknya Madiun patut masuk hitungan untuk menjadi salah satu wilayah dengan kultur sepakbola lokal yang cukup kuat di Indonesia. Daerah Madiun yang terdiri dari Kabupaten dan Kota ini memiliki tiga klub sepakbola, kalau saya tidak salah ya. Ada PSM Madiun, Madiun Putra, dan juga Persekama Kabupaten Madiun. Ketiga klub ini sekarang berada di kasta palin...

Nasi Jotos Dikesampingkan Karena Nasi Pecel

Sudah banyak yang tau, mungkin, kalau makanan paling terkenal di Madiun, baik Kota maupun Kabupaten, adalah Nasi Pecel. Nasi dengan beberapa sayur pilihan serta sambel pecel itu mampu menjadi sebuah branding daerah ini. Nasi Pecel bisa terkenal karena banyak sekali perantauan dari Madiun yang ketika hendak kembali ke daerah tempat mereka mencari nafkah selalu membawa oleh-oleh, yaitu sambel pecel itu sendiri. Tidak hanya itu, banyak juga orang pendatang yang merasa takjub dengan rasa Nasi Pecel di sini, Madiun. Menurut mereka, para pendatang atau yang sedang berlibur di Madiun, Nasi Pecel di Madiun rasanya benar-benar berbeda dari Nasi Pecel yang dijual di daerah mereka meski pun ada embel-embel “Asli Madiun” di banner-nya. Kalau itu, sudah jelas, valid. Saya sebagai orang Madiun pun mengakui hal yang sama. Rasanya berbeda, jauh. Bahkan ada beberapa hal penting yang kadang diganti seperti kulupan atau sayuran di Nasi Pecel. Selain Nasi Pecel, apa makanan khas dari Madiun yang serin...

Nganggur

Tidak menyangka bahwa tahun ini bisa nulis banyak juga ya hahaha. Lumayanlah blognya jadi ada isinya. Sudah tidak pernah sambat seperti tulisan-tulisan dulu yang selalu menanyakan kemana semua orang dan kenapa tidak membaca tulisan di blog ini. Semakin dewasa seperti sekarang, semakin menyadari bahwa buat apa coba jadi pusat perhatian dunia? Ya udah, biar ngalir aja. Kalau suka nulis ya nulis aja, nggak usah bawa ekspektasi bakalan dibaca oleh banyak orang. Toh, setelah dibaca berkali-kali tulisan yang sering saya buat ini nggak bagus-bagus amat hahaha. Lah, malah cerita soal tulisan. Tapi, sebenernya jadi sering nulis kayak gini itu buat ngisi waktu luang karena nganggur dan numpahin uneg-uneg aja gitu. Sebelum nulis sebanyak sekarang atau akhir-akhir ini juga sebenernya banyak waktu luang cuma nggak kepikiran aja buat nulis. Setelah dipakai buat nulis ini ternyata ada rasa lega, meski cuma dikit. Kelihatannya ada benernya juga kalau nulis bisa jadi salah satu cara buat bikin emosi ...

Kikuk

Apakah akan menjadi sebuah takdir bahwa diriku ini adalah seorang jomblo seumur hidup? Pertanyaan yang tidak sopan sepertinya, seolah-olah menantang Tuhan yang memegang kendali atas takdir jodoh. Karena jujur saya hampir menyerah dalam hal percintaan. Sekarang lebih realistis saja jika tidak diterima. Sadar diri kalau masih menganggur, jelek, dan tidak kaya harta. Ya bagaimana mau selalu poisitve thingking soal percintaan jika selalu gagal dan kemungkinan berhasilnya kurang dari 50% aja. Pasnya paling ya 9% kayaknya hahaha. Ini adalah sebuah kesaksian, dari saya lahir sampai tulisan ini dibuat cuma pernah pacaran dua kali dan semuanya backstreet. Wow, sangat fakir asmara sekali diriku ini hahaha. Jujur, saya kalau deketin cewek sudah pasti berakhir dengan ditolak atau ditinggal. Nampak sad boy sekali hahaha. Saya juga tidak tau kenapa bisa seperti itu. Apa karena saya terlalu kaku? Atau karena seperti yang saya jelaskan di paragraf pertama (menganggur, jelek, dan tidak kaya harta)?...

Tidak Menyangka

Tanggal 11 Januari 2023 menjadi tanggal dan hari yang bersejarah dalam karir standup-ku. Karena di tanggal dan hari tersebut videoku standup di-upload sama tim Standup Kompas TV. Nggak tau ditayangin di TV atau nggak, karena taunya cuma di-upload di channel YouTube mereka. Masih tidak meyangka karena biasanya nonton Standup Kompas TV di YouTube itu nontonin standup orang lain. Entah dia senior, peserta audisi suci, dll. Tujuannya ya cuma pengen tau aja bagaimana perkembangan standup di Jakarta dan mempelajari materi-materi yang disampaikan komika yang dilihat. Malah sekarang aku sendiri yang masuk di YouTube mereka meski pun gagal. Jadi, video yang di-upload oleh tim Standup Kompas TV itu adalah video audisi Liga Komunitas yang diadakan di Solo. Kalau tidak salah cuma ada lima kota audisi buat Liga Komunitas. Hadiahnya juga menggiurkan, juara 1 Liga Komunitas akan langsung masuk SUCI X, lalu juara 2 dan 3 akan langsung masuk tahap Preshow SUCI X. Siapa yang tidak tergiur? Tapi, set...

Kabar Duka

Malam itu anakku pamit untuk pergi menyaksikan pertandingan sepakbola.   Janjinya sampai pukul sebelas, tapi hingga tengah malam tak kunjung pulang dan tak ada kabar.   Ku saksikan televisi menyiarkan kerusuhan yang terjadi di sana.   Mata ini tak henti-hentinya meneteskan air mata dan mulut yang terus berdoa agar anakku selamat.   Mataku yang sembab menyambut fajar dengan bersujud dan bersimpuh di hadapan-Nya.   Hingga datang seseorang yang membawa kabar duka.