Postingan

Paling Murah

Halo, semuanya. Bagaimana kabarnya? Aku harap kalian baik-baik saja. Tidak ada kendala dalam menjalankan kegiatan pada hari ini serta besok. Jangan sampai ada hal-hal yang bisa membakar emosimu. Namanya juga emosi, panas, harus dihindari karena menurut para ahli agama itu datangnya dari setan. Tapi, kelihatannya tidak mungkin jikalau kita semua tidak emosi dengan beberapa hal. Termasuk diriku pada hari ini. Jadi, ceritanya pada hari ini aku seneng banget karena akhirnya ada yang chat nanya-nanyaStand Up. Ya, aku pikir setelah sekian lama tidak ada job atau tidak ada yang mengundang kami buat ngisi acara, mungkin sekarang saatnya. Tapi, emosiku mulai tidak karuan ketika mendengar harga yang diberikan kepada kami. Menurutku sangat tidak layak. Aku ceritain dulu kali ya mereka siapa. Jadi, mereka atau si pihak yang chat itu adalah salah satu karyawan penginapan di kotaku. Aku tidak tau apakah mereka mengundang kami untuk mengisi acara di tempat penginapan mereka atau cuma sekadar acar...

Merayakan Nongki di Alam Terbuka

Halo, fellas. Alig, membuka tulisan ini dengan bahasa latin. Buat kalian yang tidak tau arti dari kata “Fellas” adalah “Semuanya” dalam Bahasa Indonesia. Tidak tau kenapa kata-kata dari Amerika Latin emang kane banget buat dilafalkan. Ya, mungkin cuma saya aja yang mengiyakan hal tersebut, tapi tidak apa-apa. Oiya, bagaimana kabar kalian? Semoga baik-baik saja saat tidak sengaja sedang membaca tulisan ini. Paragraf di atas bukan menjadi patokan tulisan ini akan membahas tentang pelafalan kata di setiap bahasa. Tetapi tulisan ini adalah tulisan untuk merayakan diriku ini yang memberanikan diri untuk berkemah di alam terbuka untuk pertama kali. Tepuk tangan untuk aku. Prok prok prok. Makasih. Kalau dibilang pertama kali sebenernya tidak. Karena dulu pernah berkemah waktu masih menjadi pelajar, baik di SMP dan SMA. Saya merasa bangga karena mungkin ini adalah kegiatan berkemah di alam terbuka tanpa pengawasan guru dan kakak pembina pramuka. Hahaha. Jadi, saya tidak berkemah sendiri me...

Bingung Tidak Berpasangan

Halo, semuanya. Entah mengapa selalu menyapa di awal tulisan. Mungkin sudah menjadi kebiasaan dari dulu. Pertanyaannya, sejak kapan? Saya sendiri juga tidak tau. Tulisan ini juga menjadi tulisan pertama saya di tahun 2022 ini. Semoga dengan adanya tulisan ini saya semakin rajin menulis di tahun ini. Tulisan bertema apapun akan saya usahakan. Saya cuma ingin mengeluarkan isi pikiran saja di dalam tulisan ini. Jujur, semakin ke sini saya sudah tidak begitu mempermasalahkan hal-hal berbau percintaan. Seperti seolah-olah saya sudah tidak butuh. Sebenarnya saya butuh, cuma saya juga bingung harus ngapain. Membuka media sosial saja sekarang sudah jarang. Alasannya karena berpikir berkali-kali, buat apa? Sudah seperti tidak ada tujuan membuka media sosial karena tidak ada tujuan saat membukanya. Saya sudah menceritakan permasalahan ini ke beberapa orang terdekat saya dan jawaban mereka rata-rata sama. Mereka menyarankan saya untuk mencoba mendekati perempuan lagi. Tapi, saya malas melakuk...

SIAPA YANG PANTAS?

Halah, percuma saya menyapa kalian yang tidak sengaja membaca ini dengan pembukaan "Bagaimana kabarnya? Saya harap kalian baik-baik saja" karena sesungguhnya tidak ada yang benar-benar membaca tulisan saya ini. Saya pikir tidak ada orang yang terlintas kepikiran "Eh, baca tulisan di blog sanlaiglemon kelihatannya bukan iden yang buruk". Meski mereka teman saya sendiri. Tapi, tidak apa-apa hahaha. Maaf, malah mencurahkan segala isi hati. Kita langsung saja ke intinya, yaitu sesuai judul, siapa yang pantas? Dalam hal ini yang saya maksudkan adalah siapa yang pantas mendapatkan bantuan pendidikan berupa beasiswa atau bidikmisi. Saya tidak setuju dengan program tersebut karena program tersebut mewajibkan siswa atau mahasiswa yang mendapatkannya harus pintar. Bukan berarti saya mau mengambilnya jika syaratnya tidak harus pintar, tapi apa memang semua yang pintar membutuhkan fasilitas ini? Menurut saya tidak semua. Memaksakan siswa atau mahasiswa yang mendapatkan fasilita...

ILUSI

Apa kabar? Semoga baik-baik saja. Bukan soal kesehatan jasmani saja, tapi juga yang lain, termasuk pikiran. Jasmani yang harus kuat pada saat pandemi seperti ini juga harus sebanding dengan otak yang harus tetap waras dalam kondisi seperti ini. Otak adan tubuh adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena saling melengkapi. Otak yang bagian perencana, tubuh yang melaksanakan. Tapi, yang paling parah dari semua itu adalah otak dan tubuh ini bisa membuat sebuah ilusi. Ilusi apa itu? Hmm, menarik untuk dibahas. Sejak kecil saya tidak pernah melewatkan beberapa acara TV, baik yang saya sangat ingin tonton sampai acara TV yang disukai orang tua. TV menjadi salah satu penghibur saya di rumah selain bermain di luar bersama teman. TV banyak sekali memberikan tontonan yang membuat kita menganggap bahwa kejadian yang ada di sana benar-benar terjadi. Seperti kisah seseorang yang miskin dan susah yang tiba-tiba menjadi seorang pengusaha sukses. Tontonan seperti itu memang membuat banyak...

Jose Mourinho

Akhir-akhir ini saya tidak begitu sibuk. Sudah jelas, karena saya adalah pengangguran. Pengangguran adalah sebuah tekanan di mana kita harus segera menemukan pekerjaan. Tetapi, di sisi lain, pengangguran juga bisa menjadi waktu yang sangat bermanfaat untuk mempelajari hal-hal lain. Nggak, sih. Itu cuma alasan aja biar terlihat keren walau pun menganggur. Hahaha. Saya ingin sekali membahas seseorang yang menurut orang-orang dia itu menyebalkan dan nggak terlalu sangar atau keren. Dia adalah Jose Mourinho yang merupakan seorang pelatih sepakbola berkebangsaan Portugal. Orang-orang menganggap dia menyebalkan karena memang Mou, sapaan Jose Mourinho, kerap mengatakan sesuatu yang bisa membuat telinga panas. Tidak hanya itu, orang-orang menganggap dia adalah seseorang yang biasa aja karena membuat sepakbola jadi membosankan. Saya tidak setuju dengan anggapan orang-orang karena menurutku Mou itu keren banget. Saya memang tidak berani memprovokasi atau memberikan komentar pedas yang bisa m...