Postingan

Challenge Baru

  Jujur saja, akhir-akhir ini aku bingung harus bagaimana di standup. Padahal ini adalah kegiatan yang menyenangkan buatku, bahkan ketika berkumpul dengan teman-teman komunitas, aku males pulang lebih dulu. Dunia standup ini terlalu seru dan asyik untukku. Sebuah kegiatan yang isinya tertawa, tertawa, dan tertawa. Memberi kesempatan bagi orang-orang yang tidak pernah mendapatkan lampu sorot untuk memperoleh lampu sorotnya sendiri. Aku bingung harus bagaimana karena sekarang aku sudah tidak punya target apa-apa lagi. Dulu, aku bisa seberkembang atau seperti sekarang karena banyak hal. Seperti mengejar panggung SUCI Kompas TV, mengejar ketertinggalan komunitas Madiun dari komunitas-komunitas lain di Jawa Timur, mengejar teman-teman standup-ku yang sudah oke di luar sana, dan masih banyak hal lainnya. Aku merasa sekarang aku sudah tidak perlu mengejar apa-apa karena bisa berada di lingkungan ini saja sudah cukup buatku. Hal tersebut yang membuatku malah bingung harus bagaimana sek...

Fajri yang Kadang-Kadang Mengejutkan

  Tepat seminggu yang lalu, tanggal 27 Januari 2024, temanku bernama Fajri membuat sebuah special show atau pertunjukkan istimewa dengan judul Kadang-Kadang, Kadang Begini, Kadang Begitu. Sebuah pertunjukkan standup yang dilangsungkan di kotanya sendiri, yaitu Jombang. Aku akan berusaha me-review special show Kadang-Kadang, Kadang Begini, Kadang Begitu ini dengan sudut pandangku sebagai penonton. Akan aku jelaskan sedikit mungkin apa itu special show karena kemarin sempat me-review beberapa special show milik beberapa temanku juga. Jadi, special show di sini adalah sebuah pertunjukkan yang khusus dimiliki oleh seseorang. Karena inti dari pertunjukkan tersebut adalah penampilan dari yang punya hajat alias yang punya show tersebut. Seperti misalnya temanku si Fajri ini, membuat sebuah pertunjukkan spesial yang penampil utamanya adalah dia sendiri nantinya di penghujung acara. Seperti itu, Fren. Semoga membantumu dalam menambah wawasan yang tidak ada gunanya ini. Show ini dimulai ...

Tak Satu pun yang Mendengar, Buat Apa?

  Sudah beberapa kali aku mendapatkan tawaran untuk mengisi di sebuah acara perusahaan-perusahaan atau instansi besar. Bayaran yang didapatkan dari itu semua sangat-sangat besar bagiku yang merupakan seorang komika amatir. Siapa yang tidak tergiur dengan hal tersebut? Banyak komika yang mengatakan kalau yang penting dapat uangnya, jika tidak lucu bisa langsung pulang. Sayangnya aku tidak bisa seperti itu. Aku merasa kalau cuma dibayar dan tidak lucu seperti ada rasa yang mengganjal. Bagi beberapa komika, gagal ketika diberi job oleh perusahaan atau instansi besar itu sudah biasa. Seperti makan di sebuah tempat yang ketika enak, ya, bersyukur dan jikalau tidak pun penting masih bisa makan. Kebanyakan dari mereka berpikir yang penting dibayar, sisanya pulang. Aku ingin juga melakukan hal yang sama, melupakan semua yang terjadi di atas panggung dengan langsung pulang, tapi aku tidak bisa. Bukan tidak bisa pulang, tapi lebih ke ada perasaan yang mengganjal. Aku berpikir harusnya aku ...

Watch and Learn

  Sudah menekuni standup selama hampir sepuluh tahun. April 2024 besok akan menjadi tahun kesepuluh saya berenang di lautan standup ini. Sudah banyak pengalaman yang saya terima selama sepuluh tahun ini, mulai dari yang menyenangkan sampai yang tidak mengenakan bagi saya. Semuanya melebur menjadi satu, membuat perasaan suka dan mencintai seni ini tumbuh begitu saja. Sangat sulit bagi saya apabila disuruh atau dipaksa untuk berhenti atau keluar dari lingkaran ini. Meski pun sudah tidak ada peluang untuk lolos dan membawa nama Madiun ke kancah nasional di televisi, masih ada rasa ingin menggembleng beberapa komika baru yang ada di komunitas saya. Semoga saja masih diberi kesempatan untuk itu. Bermula dari April 2014, setelah Ujian Nasional SMP, mencoba gabung ke komunitas dan melakukan open mic untuk pertama kali di luar kandang. Karena sebelumnya saya sudah pernah standup di SMP saya sendiri, tapi   kalau dilihat dan diperhatikan memang tidak lucu-lucu banget. Karena pada wak...

Keluh Kesah Jagi dalam Jaga Diri

  Hari Sabtu lalu, 16 Desember 2023, aku pergi ke Kediri untuk menyaksikan special show atau sebuah pertunjukkan Stand-Up Comedy Special dari temanku bernama Jagi. Dia adalah salah satu anggota dari sekian banyaknya penghuni Standupindo Kediri. Aku pergi ke sana dan menonton show-nya hanya untuk melihat bagaimana dia mengeluarkan keresahannya. Menurutku show kemarin yang aku tonton sangat worth it sekali meski pun harga tiketnya cuma empat puluh ribu rupiah saja. Show ini dimulai dengan dua MC, yaitu Dado dan Reza Lemu yang memanaskan penonton sebelum memanggil komika-komika pembuka. Dado dan Reza Lemu di awal sesi ini menyapa para penonton dan menimpalinya dengan lucu agar suasananya cair. Karena ternyata ada beberapa orang yang belum pernah menonton standup secara live. Rata-rata dari mereka ini adalah teman-teman Jagi yang memang ingin memberi support pada Jagi. Komika pertama adalah komika dari Kediri bernama Ghurril. Menceritakan tentang bagaimana hidup sebagai seorang ana...

Keseruan Battle Standupindo Mojokerto dan Standupindo Sidoarjo

  Sekarang, semakin banyak battle yang dilakukan oleh beberapa komunitas di Jawa Timur. Battle dari Standupindo Mojokerto melawan Standupindo Sidoarjo kemarin juga menjadi salah satu battle komunitas yang menurutku keren. Battle antara kedua komunitas ini sistemnya home dan away. Standupindo Mojokerto terpilih menjadi tuan rumah terlebih dahulu pada battle yang berlangsung pada hari Minggu, 19 November 2023, kemarin. Battle ini menampilkan lima komika dari Mojokerto dan lima komika dari Sidoarjo. Lima komika dari Mojokerto ini ada mas Sofyan, Resti, mas Dzul, Pak Agus RT, dan mas Edy Saputro. Mereka berlima bisa dikatan berhasil mengocok perut penonton mereka sendiri. Sudah pasti karena itu memang kandang mereka. Perwakilan dari Sidoarjo tidak mau mengalah. Ada Dandy, Angwin, Edwin Swewep, Nasrul, dan Diki Agustina. Mereka seperti menunjukkan taringnya di hadapan para penonton Mojokerto. Tidak mau mengalah karena mereka berstatus sebagai tim tandang yang ingin mencuri poin di k...