Postingan

APA JANGAN-JANGAN...

  Sudah lama tidak menulis karena sibuk dengan kegiatan Gen-Z pada umumnya, yaitu over thinking dan sambat soal kerjaan dan hal apa pun di medsos. Asoy, Gen-Z banget. Hiburan selama kerja dan menjadi perantauan cuma menontoni YouTube, TikTok, dan Instagram. Banyak informasi yang aku dapat dari beberapa platform tersebut, salah satunya adalah teori konspirasi. Teori konspirasi ini sudah sangat familiar di masyarakat kita, tapi sayangnya masih ada yang belum menangkap apa inti dari teori konspirasinya. Misal, dulu ada teori konspirasi soal bumi datar. Sejujurnya, dulu aku fanatik dengan teori ini dan menganggap kita semua sudah ditipu oleh pakar sains hahaha. Sampai akhirnya sampai di titik bahwa aku hanya sekadar tau kalau di dunia ini kadang ada beberapa informasi yang tidak boleh masyarakat umum mengerti, tujuannya untuk mengontrol umat manusia. Ya, bisa dibilang itu ulah pemerintah aja yang tidak ingin kita sebagai rakyat biasa ini terlalu pintar. Udah, sampai situ aja aku mema...

Pencapaian Tahun Kemarin

  Sebenernya agak malu buat nulis ini karena nanti dikira sok atau sombong hahaha. Nulis ini tujuannya cuma buat merekap aja apa saja yang tahun kemarin berhasil aku lakukan aja. Kalau dibilang mau pamer atau menunjukkan sesuatu, memang tujuannya itu. Sekalian menyimpan memorinya di tulisan ini. Tapi, kalau untuk menyombongkan diri? Tidak. Pencapaian ini masih tidak ada apa-apanya dibanding pencapaian kalian. Aku mulai dari apa yang aku lakukan di tahun kemarin. Mulai dari kerja bareng mas nopek, rilis single bersama temen-temen band, lalu menjuarai lomba standup street laughter volume 6 di Surabaya, menjadi perwakilan Standupindo Madiun di Final SUCROS kemarin, dan ditunjuk Mas Nopek sebagai opener bawaan di tour yang berjudul Kadung All In Untuk Semesta. Pertama, aku kerja bareng Mas Nopek. Awalnya itu tidak sengaja alias tidak dipersiapkan untuk itu. Aku yang waktu itu sedang menganggur dan menyibukkan diri dengan jualan es teh bernama Tjup Tea (sebelumnya berjualan nasi kep...

Kesalahan

Mungkin sudah banyak penulis atau banyak orang yang menuliskan apa saja yang sudah mereka capai di tahun 2024 atau apa saja target mereka di 2025. Mungkin nantinya aku akan menuliskan hal yang sama, tapi izinkan aku untuk menuliskan beberapa hal kesalahanku yang mungkin tidak bisa dimaafkan. Jujur saja, ada beberapa kesalahan di kepalaku mengingat tahun ini dan kesalahan ini cukup personal. Aku berpendapat ini adalah salahku atau mungkin ini adalah akibat dari perilakuku selama tahun ini. Misal, aku merasa bersalah atas ketidakberhasilan SUCROS tahun ini. Sucros adalah event standup yang melibatkan komunitas se-Jatim. Aku merasa gagal karena aku merasa tidak percaya diri dengan ditunjukkan aku sebagai penanggungjawab event ini. Aku merasa kalau aku adalah komika daerah, komika dari kota kecil, komika yang sepertinya tidak pantas mendapatkan tugas seberat ini. Efek yang ditimbulkan banyak sekali. Mulai dari beberapa komunitas yang rugi atau tidak ada keuntungan sama sekali saat Su...

SUCROS 4 JATIM FINAL KEDIRI YANG MBLEDOS DOR OWOR-OWOR

  Sebagai Penampil: Tentunya seneng banget bisa menjadi salah satu penampil di panggung SUCROS Final ini. Sebuah impian dari delapan tahun yang lalu. Mungkin harus aku jelaskan dulu kenapa ini menjadi panggung impian. Bagi kalian yang masih awam, jadi sebenarnya SUCROS ini adalah singkatan dari Stand-Up Comedy Road Show. Kenapa Road Show? Karena pertunjukkan Stand-Up ini seperti sebuah tour yang mengunjungi beberapa kota hingga akhirnya nanti di kota terakhir, finalnya. SUCROS dulu kalau tidak salah pertama kali ada itu tahun 2012, di mana Stand-Up masih menjadi hal atau suatu hiburan yang awam di masyarakat. Tujuan dari terselenggarakannya ini adalah untuk mengenalkan seni Stand-Up Comedy ini kepada masyarakat sekaligus mengenalkan komika-komika lokal Jawa Timur. Banyak sekali senior-senior Jatim yang hebat-hebat, sudah terkenal dan mengudara namanya yang menjadi penggagas dari SUCROS ini. Dan banyak pula komika-komika top dari Jawa Timur yang dihasilkan dari terselenggara...

NASI PECEL DI LUAR MADIUN RASANYA ANEH

  Bukan sengaja membuat kontroversi dengan judul yang mungkin bisa membuat orang tersinggung. Karena itu memang adalah hal yang aku rasakan ketika pertama kali merantau ke luar Madiun dengan waktu yang lama. Merasakan makanan khas daerahku yang rasanya berbeda dari yang biasanya selalu aku makan. Ya, sebenarnya malu juga buat bilang kalau ini adalah pertama kalinya aku merantau. Karena mendapat pekerjaan di luar kampungku, Madiun. Aku merantau di sebuah daerah yang sebenarnya tidak terlalu jauh dengan Madiun. Jarak yang ditempuh sekitar 2 jam dari Kota Madiun. Budaya dan bahasanya pun masih nyambung-nyambung aja. Tidak banyak culture shock yang aku rasakan, kecuali soal makanan. Makanan yang aku maksud di sini spesifik ke nasi pecel. Sebuah makanan yang menjadi trade mark dari daerah bernama Madiun, yang mengaku kalau pecel itu asli dari Madiun. Nah, banyak sekali orang yang berjualan nasi pecel di sini, di tempatku merantau. Cuma, ada beberapa hal yang membuatku agak gimana gi...

Seperti Film Mai, Membuang Cinta yang Menyenangkan dan Berpikir Realistis

  Tulisan ini nantinya bakal ada spoiler dikit tentang sebuah film. Dikasih tahu di depan agar waspada karena siapa tahu spoiler yang aku berikan terlalu banyak nantinya. Intinya ingin menulis apa yang ada di pikiran ketika melihat film ini dan mencocokkannya dengan apa yang ada di kehidupanku sekarang. Mai, sebuah film drama romantis dari negeri tetangga, Vietnam. Film ini menceritakan kisah seorang wanita bernama Mai yang terpaksa menjadi single mom yang belum menikah meski usianya sudah hampir berkepala empat. Single mom yang membuang persoalan percintaannya demi masa depan keluarga kecilnya. Masalah dimulai dari pekerjaannya yang hanya menjadi seorang terapis pijat di sebuah tempat yang kebanyakan pelanggannya adalah pria. Banyak sekali yang menggodanya, tapi tak pernah ditanggapi. Lalu, masalah berikutnya adalah ayahnya yang suka sekali judi sampai terlilit utang. Ayahnya akan meminta uang kepadanya jika sudah terhimpit. Belum lagi masalah anaknya yang putus sekolah. Kli...