Postingan

ILUSI

Apa kabar? Semoga baik-baik saja. Bukan soal kesehatan jasmani saja, tapi juga yang lain, termasuk pikiran. Jasmani yang harus kuat pada saat pandemi seperti ini juga harus sebanding dengan otak yang harus tetap waras dalam kondisi seperti ini. Otak adan tubuh adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan karena saling melengkapi. Otak yang bagian perencana, tubuh yang melaksanakan. Tapi, yang paling parah dari semua itu adalah otak dan tubuh ini bisa membuat sebuah ilusi. Ilusi apa itu? Hmm, menarik untuk dibahas. Sejak kecil saya tidak pernah melewatkan beberapa acara TV, baik yang saya sangat ingin tonton sampai acara TV yang disukai orang tua. TV menjadi salah satu penghibur saya di rumah selain bermain di luar bersama teman. TV banyak sekali memberikan tontonan yang membuat kita menganggap bahwa kejadian yang ada di sana benar-benar terjadi. Seperti kisah seseorang yang miskin dan susah yang tiba-tiba menjadi seorang pengusaha sukses. Tontonan seperti itu memang membuat banyak...

Jose Mourinho

Akhir-akhir ini saya tidak begitu sibuk. Sudah jelas, karena saya adalah pengangguran. Pengangguran adalah sebuah tekanan di mana kita harus segera menemukan pekerjaan. Tetapi, di sisi lain, pengangguran juga bisa menjadi waktu yang sangat bermanfaat untuk mempelajari hal-hal lain. Nggak, sih. Itu cuma alasan aja biar terlihat keren walau pun menganggur. Hahaha. Saya ingin sekali membahas seseorang yang menurut orang-orang dia itu menyebalkan dan nggak terlalu sangar atau keren. Dia adalah Jose Mourinho yang merupakan seorang pelatih sepakbola berkebangsaan Portugal. Orang-orang menganggap dia menyebalkan karena memang Mou, sapaan Jose Mourinho, kerap mengatakan sesuatu yang bisa membuat telinga panas. Tidak hanya itu, orang-orang menganggap dia adalah seseorang yang biasa aja karena membuat sepakbola jadi membosankan. Saya tidak setuju dengan anggapan orang-orang karena menurutku Mou itu keren banget. Saya memang tidak berani memprovokasi atau memberikan komentar pedas yang bisa m...

Sadar Diri

Hm, sekalinya nulis malah jadi pengen nulis terus. Ini pertanda bagus, kan? Seharusnya bagus, dong. Mungkin tulisan ini tidak akan saya promokan seperti tulisan yang lain karena tulisan ini isinya cuma curhat aja. Pendek dan tidak ada arti atau hal positif yang bisa diambil. Jadi, semisal nemu tulisan ini yang jangan berekspetasi apa-apa. Oke, waktunya curhat. Dulu saya sempet deket sama cewek yang menurut saya dia itu keren banget. Dia dulu merupakan salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Bogor. Tapi, dia keluar dari sana saat masuk semester dua dengan alasan tidak cocok dan pengen ke jurusan yang diinginkan. Saya bisa menyimpulkan bahwa dia adalah orang yang jago banget berbahasa asing, terutama bahasa Inggris, saat sedang bertukar cerita dengan saya. Jurusan atau prodi yang ingin dia masuki adalah Sastra Prancis. Gokil, lah. Bahasa Inggris jago, sekarang malah mau Bahasa Prancis. Dia meminta doa dalam ceritanya, saya aminkan, dan sekarang kesampaian untuk kuliah ...

Straight Edge

Halo, teman-teman. Bagaimana kabarnya hari ini? Pertanyaan ini sekarang bukan hanya sekadar basa-basi ya. Jadi sesuatu yang benar-benar ingin kita tau dalam keadaan yang rumit saat ini. Ditambah dengan peraturan pemerintah soal PPKM yang selalu diperpanjang juga membuat rumit isi kepala. Saya harap kalian semua baik-baik saja agar bisa terus membaca tulisan saya di blog ini hahaha. Tulisan saya kali ini akan membahas sesuatu yang ada sangkut pautnya sama musik Punk, yaitu Straight Edge. Apa itu Straight Edge? Menurut artikel yang saya baca, Straight Edge itu adalah sebuah gaya hidup anak Punk yang berbeda dari mayoritas. Kelompok Straight Edge ini tidak meminum minuman beralkohol, tidak merokok, dan tidak juga menggunakan narkoba (karena pada saat kelompok atau gaya hidup ini muncul banyak sekali anak Punk yang menggunakan narkoba). Kelompok ini juga memiliki kaum ekstrimis yang tidak hanya meninggalkan atau menjauhi ketiga hal yang saya sebutkan di atas. Kaum ekstrimis dari Straight...

Masuk ke Dalam Tate no Yuusha no Nariagari

Kali ini saya ingin melakukan review terhadap sebuah anime yang berjudul Tate no Yuusha no Nariagari. Namanya juga review, jadi ini sudah pasti memberikan spoiler.   Jadi, jangan ada yang protes kalau saya membocorkan hampir seluruhnya di sini. Mungkin bagi kalian yang sudah nonton atau sudah membaca manganya tidak keberatan jika membaca review ini. Ya, semoga senang atau menikmati saat membaca ini aja, deh. Untuk yang belum tahu, Tate no Yuusha no Nariagari ini adalah sebuah anime yang menceritakan petualangan seorang pahlawan. Aslinya, pahlawannya tidak hanya satu, tapi justru ada empat pahlawan. Setiap pahlawan memiliki senjata masing-masing. Ada yang memiliki senjata berupa tombak, panah, pedang, dan perisai. Anime ini menjadi unik karena dia mengambil sudut pandang yang tidak biasa karena lakon utama dalam anime ini senjatanya adalah perisai. Awal cerita, semua seperti berjalan baik-baik saja karena para pahwalan ini begitu dinantikan oleh para penduduk yang ada di dunia t...

Niat

Gokil, sehari nulis bisa dua kali, lo. Hahaha. Sumpah, masing nggak nyangka kalau ternyata masih ada aja yang dateng buat baca tulisan di blog ini. Meskipun cuma tiga pembaca bulan ini, syukurlah. Daripada nggak ada yang baca. Tapi, emang ada yang masih memiliki niat untuk membaca semua tulisan di blog ini? Tulisan ini dibuat karena saya baru saja mendapatkan inspirasi menulis setelah menonton sebuah konten berjudul MonoloGue dari channel YouTube standupindo. Jadi, channel tersebut adalah channel komunitas stand up comedy Indonesia. Nah, konten MonoloGue adalah konten monolog dari seorang stand up comedian yang setiap episode-nya pasti berbeda-beda. Jadi, kebetulan tadi saya menonton sebuah monolog dari salah komika (sebutan stand up comedian di Indonesia, kalau di luar negeri Comic) senior bernama Soleh Solihun. Dia di konten tersebut bercerita tentang karirnya selain menjadi stand up comedian yang tidak pernah diduga sama sekali. Soleh Solihun membahas tentang bagaimana karirny...