Postingan

Tuhan, Aku Mohon

  Dulu, aku merasa bahwa mengejar mimpiku untuk menjadi seorang komika sudah selesai. Karena ada banyak hal yang harus aku urus dan tidak mungkin aku mengurusnya dalam keadaan kantong kering. “Memangnya menjadi seorang komika itu kantongnya kering?” Ya. Apalagi komika daerah sepertiku yang notabene jarang sekali mendapatkan job atau tanggapan standup. Aku berharap dengan bekerja seperti sekarang, aku bisa setidaknya membantu keluargaku. Gajiku tetap dan aku bisa terus memberi napas ke keluargaku. Aku juga tidak membuat mama khawatir dengan hidupku. Aku mau mama merasa percaya pada pilihanku, karena aku yang menjalani ini dan aku yang bertanggung jawab atas diriku sendiri. Aku merasa bahwa standup sekarang cukup sekadar hobi saja. Cukup dijadikan pelampiasan emosi agar aku tidak stres bekerja. Tapi, ketika standup begitu jauh dari jangkauanku, aku begitu merindukannya. Aku merindukan circle-nya, bercanda bareng, orang-orangnya, penontonnya, kegelisahan sebelum manggungnya, kebin...

KEKURANGANKU

  Entah kalian percaya atau tidak, menurutku ini fenomena aneh. Aku merasa kurang dalam hal apa pun yang memang sebenarnya kurang banget kalau dilihat dan dihitung. Seperti ceritaku beberapa bulan yang lalu, 2025 kemarin saat aku dekat sama seorang cewek, aku merasa kalau aku ini cukup-cukup aja. Kurang, tapi kalau sama dia seperti tidak terasa kurang. Nah, sebelum bersama cewek itu dan sesudahnya sekarang, aku mulai minder dengan keadaanku jika dibandingkan dengan orang lain. Aku lihat orang punya iPhone aja langsung ngerasa kalau di usiaku yang sekarang tampaknya memang aku udah terlalu lama untuk memulai segalanya. Aku merasa kalau dulu aku banyak membuang waktu untuk impianku yang entah kapan bisa terwujud atau jangan-jangan tidak bisa terwujud sama sekali. Padahal itu baru ngelihat HP. Tidak cuma itu. Kadang aku melihat orang yang lebih muda dariku atau seumuranku bisa foto ke tempat oke dan memakan makanan yang oke pun aku minder. Karena selama ini aku makan seadanya aja....

TERLALU CEPAT

  Kalau dibilang aslinya dari keluarga yang harmonis, kemungkinan tidak. Karena memang tidak seharmonis yang orang-orang kira. Papa dan Mama dulu sering bertengkar meski ujung-ujungnya nanti rujuk. Semakin dewasa aku semakin paham memang harus banyak yang diselesaikan sebelum akhirnya berani untuk hidup berdampingan selama-lamanya. Butuh komitmen, butuh pemikiran yang setidaknya satu visi, butuh yang satu frekuensi, butuh saling melengkapi, dan lain-lain. Tapi, bukan berarti Papa dan Mama tidak seperti itu. Kadang memang ego kalau sudah tersenggol, sulit juga untuk diredam. Semua berjalan baik-baik saja hingga masuk masa SMA. Ketika pertengkaran hebat itu tidak bisa dihindari. Suasana di rumah jadi tidak enak. Waktu itu di rumah cuma ada aku, adekku, Papa, dan Mama. Pertengkaran itu membuat rumah jadi dingin karena ada uda kubu. Aku yang tidak bisa memihak ke salah satu, aku memilih untuk mencari pelarian waktu itu. Entah bagaimana caranya aku harus keluar dari rumah, mencari tem...

Kenapa Sekarang Tidak Seperti Bayanganku Dulu?

  Dulu, waktu masih kecil ngelihat orang kerja itu kayak enak aja. Mereka kerja, mereka bisa beli apa aja yang mereka suka dengan gaji atau upahnya. Hampir semua anak seusiaku dulu selalu bermimpi agar cepat kerja agar bisa membeli barang impiannya dengan uangnya sendiri. Bahkan anak-anak seusiaku dulu seperti punya target kalau akan punya rumah di usia berapa, punya mobil di suai berapa, menikah di usia berapa, dan punya anak di suia berapa. Semua tampak menyenangkan ketika masih dalam bentuk angan-angan atau impian. Sekarang, kenyataannya tidak seperti bayanganku dan teman-teman semasa kecilku dulu. Aku memang sudah lama tidak berbincang dengan mereka, tapi entah kenapa aku yakin mereka pun pasti sama halnya denganku yang bisa hidup aja udah bersyukur. Bukan berarti tidak bisa menikmati hidup, cuma kenapa kenyataannya jauh dari apa yang kami bayangkan dulu. Perasaan dulu kelihatan susah banget kalau nabung dua ribu rupiah hanya untuk main PS 2 satu jam,. Sekarang? Uang segitu g...

POLA YANG SAMA

  “Entahlah, sebenernya harus bagaimana juga gak tau. Apa yang salah juga gak tau. Kenapa polanya sama semua, ya?” Maaf kalau sekarang apa-apa tentang diriku ini akan aku tulis di sini hahahaa. Alay mungkin, ya. Tapi, memang cuma ini yang bisa aku lakuin sekarang biar gak aku pendem sendiri. Terkesan kayak banyak omong atau sok penting sampai seluruh orang harus tau masalahku kalau aku nulis di sini. Tapi, aku juga gak tau harus meluapkan ini ke mana. Jadi, setelah sekian lama aku tidak bermain bumble, aplikasi cari jodoh itu hahahaa, aku memberanikan diri untuk membuka aplikasi itu lagi. Padahal peluangnya selama punya aplikasi itu 0% sampai saat ini hahahaa. Ya, karena memang sampai saat ini pun dari aplikasi itu belum menghasilkan apa-apa untukku hahahaha. Sangat menyedihkan sekali. Bertemulah aku dengan dua cewek yang menurutku oke. Oke bagiku, ya, ini. Ngobrol nyambung, sering membahas apa saja, sudah sampai move IG dan bahkan WhatsApp. Bukan aku yang menawarkan, tapi me...

Gak Semuanya Harus Sesuai Standarmu

  Judulnya terlalu universal, ya? Malah bisa blunder cuma karena judulnya saja. Tapi, di sini aku mau membahas tentang opini orang-orang yang menurutku memaksakan sekali. Sebenernya aku sendiri juga takut untuk mengatakan hal ini karena bagi anak-anak muda di jaman sekarang, yang mereka ini sangat liberal sekali, kadang aku yang konservatif ini dicap aneh. Ya, memang kenyataannya begitu. Tapi, ya, sudahlah akan aku tulis menurut apa yang aku yakini dan percayai. Harus aku akui bahwa di platform X atau yang dulu dikenal sebagai Twitter memang banyak sekali orang-orang progresif. Opini-opini mereka yang mereka tuang dalam bentuk tweet sering kali menimbulkan tweet war. Salah satunya adalah opini yang baru saja mereka lontarkan yaitu mengenai queerphobic dan homophobic. Mereka berpendapat bahwa anak-anak skena yang berbusana alternatif atau punk tapi ternyata mereka adalah queerphobic atau homophobic mending tidak usah berbusana seperti itu lagi. Hal yang mendasari itu adalah karena...

Liverpool yang Gak Nggetih Musim Ini

Sebenarnya waktu mau menulis ini pun kepikiran apakah nantinya bakal dicap sebagai “si paling pundit” atau “si paling paham bola” atau mungkin “si paling Liverpool”. Jadi, alangkah lebih baik kalau aku tegaskan ini cuma berdasarkan uneg-uneg yang selama musim 2025-2026 ini mengganjal di kepalaku. Berawal dari pertanyaan yang terus menerus ‘ku cari jawabannya ketika melihat Liverpool bermain buruk. Mungkin sebagian fans Liverpool yang lain juga merasakan hal serupa, tapi mungkin sebagian yang lain gak merasakannya. Awalnya, aku merasa bahwa performa Liverpool buruk di awal musim itu adalah hal yang wajar. Banyak pemain baru dan harus membuat taktik yang membuat mereka bisa beradaptasi di Liga Inggris. Ya, aku awalnya merasakan itu biasa saja. Bahkan, sampai sekarang pun aku masih menancapkan pemikiran bahwa Liverpool juara di musim kemarin adalah sebuah keberuntungan. Kenapa? Harus diakui kalau beberapa tim besar di musim lalu mainnya gak konsisten dan Liverpool selalu menang dengan p...

Entah Apa Judulnya

Baru bisa menulis lagi setelah beberapa kejadian buruk menimpa. Sebenarnya, aku tidak punya pacar. Aku harus akui bahwa pacarku sampai di usia saat ini cuma dua. Tahun 2025 kemarin aku bertemu dengan salah satu wanita yang bisa dibilang sangat cocok denganku. Menurutku, ya, hehehehe. Kami bertemu dengan tidak sengaja karena kami adalah teman dari salah seorang yang temannya banyak banget. Nah, salah dua temannya temanku ini adalah aku dan dia. Saat itu aku diajak ke sebuah coffee shop untuk nongkrong. Aslinya males banget karena di hari yang sama aku menghadiri acara anak-anak bola di kotaku. Mereka bermain fun football dengan berdandan casual, ada space untuk membaca buku, ada juga untuk sharing pengetahuan musik seputar dunia bola (terutama Britpop). Setelah itu, aku baru ke coffee shop yang dituju temanku ini. Ternyata dia membawa temannya yang, cieilah malu aku hahahaha. Entah bagaimana, obrolan kami nyambung banget. Bahkan, dia sempat membaca zine yang aku bawa dari acara anak-ana...

Dewi Fortuna Pasti Akan Datang, Kan?

  Masih teringat bagaimana dulu chant “Dewi Fortuna Pasti Akan Datang” pertama kali diperkenalkan di sebuah chant class. Sebuah chant yang memberi semangat dan keyakinan bahwa hal yang tidak mungkin terjadi pun bisa saja terjadi. Saat pertama kali membaca liriknya, mencoba untuk menyanyikannya, hati ini bergetar dan menepis semua pikiran negatif. Hanya ada satu hal yang tersirat, apa pun masalahnya pasti bisa dilewati MPFC. Begitu pikirku dulu. Bagaimana tidak? Saat MPFC berhasil mengalahkan atau bahkan mengimbangi tim-tim ternama seperti PSS Sleman, Persebaya Surabaya, atau PSIM Jogjakarta chant itu terus menjadi penyemangat para suporter mau pun pemain. Semua percaya bahwa dengan usaha yang keras, dengan keyakinan yang tidak pudar, “Dewi Fortuna” dalam chant tersebut akan benar-benar menolong kita semua. Sayangnya, sekarang harapan-harapan itu sudah pudar. Entah disadari atau tidak, tidak ada lagi harapan dan keyakinan bahwa kita akan baik-baik saja ke depannya. Mulai dari tu...

Gairah Madiun Putra Kembali

  Setelah musim kemarin sempat tidak mengikuti kompetisi, pada musim ini Madiun Putra secara resmi akan kembali berkompetisi. Kali ini Madiun Putra akan berkompetisi di kasta bawah Liga Indonesia, Liga 4 Jawa Timur. Madiun Putra mendaftarkan diri pada detik-detik terakhir pendaftaran, yaitu tanggal 30 Oktober 2025. Berita itu disambut hangat oleh seluruh elemen suporter Madiun Putra. Mereka merayakan kabar itu dengan mengunggahnya ke akun media sosial mereka masing-masing seperti mengisyaratkan kepada masyarakat Madiun yang lain bahwa perayaan sepakbola di Madiun sudah kembali. Seperti yang kita tau, pada musim ini Madiun Putra lagi-lagi dalam posisi yang bisa dibilang kurang memuaskan. Dikutip dari Fan Zine edisi 23 November 2025, pemilik Madiun Putra masih belum bisa mengurus klub untuk saat ini dan mempersilahkan Madiun Putra dikelola oleh suporter atau investor yang tertarik. Setelah berbagai macam cara, akhirnya Madiun Putra resmi dikelola oleh Dutha Radhia atau yang biasa d...

Sebenarnya Apakah Ini Jalannya?

  Bisa dibilang dulu saat masih menganggur, fokusku hanya ke dua hal. Ya, aku cuma fokus ke standup dan ngeband. Nyambi buka-buka loker dan ngirim lamaran ke beberapa tempat yang mungkin saja membutuhkan jasaku. Tujuanku satu pada waktu itu, aku mau kerja yang menghasilkan uang untukku dan keluargaku, tapi aku gak mau sama sekali ngelepasin standup dan ngeband sepenuhnya. Mungkin salahku juga sudah terlalu dalam di dunia standup. Aku sampai nyoba openmic ke beberapa kota yang dulu bisa aku kunjungi karena keterbatasan dana cuma buat ngejar lucu aja. Menabung dari hasil usaha yang tidak seberapa itu hanya untuk mencari lucu. Aku seneng, tapi kadang tiap malam juga mikir kayak, “apa bener ini jalannya? Adekku bentar lagi kuliah, apa ini kalau ditelateni bakal menghasilkan uang?” Pikiranku pas standup kadang kacau karena sudah mulai tidak tulus untuk menghibur, malah sibuk mikirin gimana caranya bisa berpenghasilan dari standup. Ada benarnya, tapi ternyata menyiksa juga. Tidak cum...

Maafkan Aku

  Aku senang ketika kamu adalah orang yang ternyata tidak menolakku mentah-mentah. Kamu adalah orang yang selalu ingin bercerita tentang apa pun, bahkan tidak pernah sekali pun opini bodohku kamu tolak. Ketawamu yang selalu mengiringi obrolan kita berdua. Aku padahal merasa biasa saja, tapi kamu selalu merasa aku lebih dari yang aku pikirkan. Terima kasih sudah terus memberiku sudut pandang baru, terima kasih sudah terus memberi support kepadaku yang sering tidak percaya diri ini, terima kasih. Aku hanya bisa meminta maaf ketika semuanya tidak berarti apa-apa. Aku yang salah karena ketika tau ada perbedaan di antara kita, aku masih memaksakan hal itu meski sudah tau hal itu sangat sulit untuk dicoba. Maafkan aku yang sengaja menyeretmu dalam takdirku walau cuma sebentar. Aku tau kalau kamu merasa sakit mungkin ketika hal ini terjadi, aku pun juga, tapi aku lebih khawatir padamu. Maafkan aku.

UPDATE KEHIDUPAN

Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya diberikan kesempatan lagi untuk menulis di sini. Sebenarnya hasrat menulis itu sudah ada semenjak temanku bernama Rizhal yang mengurus Madiun Football terus menghubungiku untuk menulis. Karena kondisiku yang sedang tidak baik dan semangat untuk menulis itu hilang, jadinya malah malas-malasan. Alasanku untuk menulis kembali hidup setelah pulang dari acara Makrab dari Standupindo Kediri. Gara-gara mereka aku ingin kembali menulis. Menulis materi standup, menulis tentang sepakbola mungkin, menulis seputar kehidupan, menulis sebuah opini, atau sekadar update kehidupan seperti ini hahaha. Gara-gara acara itu, aku jadi menabung untuk membeli sebuah keyboard. Ya, keyboard laptopku yang rusak juga salah satu yang menjadi kendalaku dalam malas menulis itu tadi. Akhirnya aku mengumpulkan uang untuk membeli sebuah keyboard meski pun agak sulit dipakai karena tombolnya terlalu empuk yang membuatku gampang sekali typo hahahaha. Ya, semoga saja kebiasaan m...

ANIME VINLAND SAGA SEASON 2, SEBUAH DENDAM YANG LEBIH BAIK DIKUBUR

Ya, aku memang sering menonton anime. Meski tidak semua anime aku tonton, tapi memang kalau dibandingkan dengan menonton serial barat atau drakor atau series sejenisnya, aku lebih sering menonton anime. Menurutku mungkin karena episodenya pendek-pendek walau memang dipaksa buat menunggu seminggu sekali. Kadang menonton yang ceritanya ringan, kadang juga menonton anime yang ceritanya berat. Aku lupa kapan aku menonton anime ini karena pada awalnya aku tertarik dengan latar belakangnya. Judulnya Vinland Saga yang memiliki latar belakang bangsa Viking yang sedang berusaha menjadi sebuah Bangsa yang baik dengan terus berperang dan menjarah. Aku suka latar belakang ceritanya, beberapa plot sejarah yang dimasukkan ke dalam animenya, aku suka gambarnya yang kuat, dan premis yang menurutku oke pada waktu itu. Bisa di-skip kalau takut aku terlalu banyak spoiler di sini. Jadi, ini menceritakan seorang anak yang ingin membalaskan dendam atas kematian ayahnya. Anak ini bernama Thorffin, seorang pe...

NRIMO ING PANDUM ALA THE JEBLOGS

Mungkin bisa dibilang terlambat karena aku baru dengerin lagu-lagunya The Jeblogs. Ya, per Januari kemarin aku nyempetin buat dengerin lagu mereka melalui platform music digital. Sudah tau The Jeblogs ini dari tahun kemarin karena mereka ada di beberapa festival dan gigs juga, tapi entah kenapa waktu itu belum tergerak untuk mencoba mendengarkan musik ciptaan mereka.   Aku tidak tau genre apa yang mereka usung, tapi aku lebih condong untuk bilang bahwa mereka adalah gerbong alternatif baru. Perpaduan musik yang sedikit berisik namun easy listening serta menggugah hasrat kita dengan nada-nada dan lirik yang kadang semangat dan kadang juga bisa membuat kita merenung. Mungkin itu yang menjadi alasan kenapa The Jeblogs ini digaungi oleh para kaula muda.   Aku belum mendengarkan semua lagu mereka, baru mendengarkan beberapa lagunya dan aku sepakat kalau kadang lagu mereka ini bisa membuat kita kadang merenung dan sedikit melegakan. Bagaimana tidak? Hidup kita yang sedang ka...

APA JANGAN-JANGAN...

  Sudah lama tidak menulis karena sibuk dengan kegiatan Gen-Z pada umumnya, yaitu over thinking dan sambat soal kerjaan dan hal apa pun di medsos. Asoy, Gen-Z banget. Hiburan selama kerja dan menjadi perantauan cuma menontoni YouTube, TikTok, dan Instagram. Banyak informasi yang aku dapat dari beberapa platform tersebut, salah satunya adalah teori konspirasi. Teori konspirasi ini sudah sangat familiar di masyarakat kita, tapi sayangnya masih ada yang belum menangkap apa inti dari teori konspirasinya. Misal, dulu ada teori konspirasi soal bumi datar. Sejujurnya, dulu aku fanatik dengan teori ini dan menganggap kita semua sudah ditipu oleh pakar sains hahaha. Sampai akhirnya sampai di titik bahwa aku hanya sekadar tau kalau di dunia ini kadang ada beberapa informasi yang tidak boleh masyarakat umum mengerti, tujuannya untuk mengontrol umat manusia. Ya, bisa dibilang itu ulah pemerintah aja yang tidak ingin kita sebagai rakyat biasa ini terlalu pintar. Udah, sampai situ aja aku mema...

Pencapaian Tahun Kemarin

  Sebenernya agak malu buat nulis ini karena nanti dikira sok atau sombong hahaha. Nulis ini tujuannya cuma buat merekap aja apa saja yang tahun kemarin berhasil aku lakukan aja. Kalau dibilang mau pamer atau menunjukkan sesuatu, memang tujuannya itu. Sekalian menyimpan memorinya di tulisan ini. Tapi, kalau untuk menyombongkan diri? Tidak. Pencapaian ini masih tidak ada apa-apanya dibanding pencapaian kalian. Aku mulai dari apa yang aku lakukan di tahun kemarin. Mulai dari kerja bareng mas nopek, rilis single bersama temen-temen band, lalu menjuarai lomba standup street laughter volume 6 di Surabaya, menjadi perwakilan Standupindo Madiun di Final SUCROS kemarin, dan ditunjuk Mas Nopek sebagai opener bawaan di tour yang berjudul Kadung All In Untuk Semesta. Pertama, aku kerja bareng Mas Nopek. Awalnya itu tidak sengaja alias tidak dipersiapkan untuk itu. Aku yang waktu itu sedang menganggur dan menyibukkan diri dengan jualan es teh bernama Tjup Tea (sebelumnya berjualan nasi kep...

Kesalahan

Mungkin sudah banyak penulis atau banyak orang yang menuliskan apa saja yang sudah mereka capai di tahun 2024 atau apa saja target mereka di 2025. Mungkin nantinya aku akan menuliskan hal yang sama, tapi izinkan aku untuk menuliskan beberapa hal kesalahanku yang mungkin tidak bisa dimaafkan. Jujur saja, ada beberapa kesalahan di kepalaku mengingat tahun ini dan kesalahan ini cukup personal. Aku berpendapat ini adalah salahku atau mungkin ini adalah akibat dari perilakuku selama tahun ini. Misal, aku merasa bersalah atas ketidakberhasilan SUCROS tahun ini. Sucros adalah event standup yang melibatkan komunitas se-Jatim. Aku merasa gagal karena aku merasa tidak percaya diri dengan ditunjukkan aku sebagai penanggungjawab event ini. Aku merasa kalau aku adalah komika daerah, komika dari kota kecil, komika yang sepertinya tidak pantas mendapatkan tugas seberat ini. Efek yang ditimbulkan banyak sekali. Mulai dari beberapa komunitas yang rugi atau tidak ada keuntungan sama sekali saat Su...

SUCROS 4 JATIM FINAL KEDIRI YANG MBLEDOS DOR OWOR-OWOR

  Sebagai Penampil: Tentunya seneng banget bisa menjadi salah satu penampil di panggung SUCROS Final ini. Sebuah impian dari delapan tahun yang lalu. Mungkin harus aku jelaskan dulu kenapa ini menjadi panggung impian. Bagi kalian yang masih awam, jadi sebenarnya SUCROS ini adalah singkatan dari Stand-Up Comedy Road Show. Kenapa Road Show? Karena pertunjukkan Stand-Up ini seperti sebuah tour yang mengunjungi beberapa kota hingga akhirnya nanti di kota terakhir, finalnya. SUCROS dulu kalau tidak salah pertama kali ada itu tahun 2012, di mana Stand-Up masih menjadi hal atau suatu hiburan yang awam di masyarakat. Tujuan dari terselenggarakannya ini adalah untuk mengenalkan seni Stand-Up Comedy ini kepada masyarakat sekaligus mengenalkan komika-komika lokal Jawa Timur. Banyak sekali senior-senior Jatim yang hebat-hebat, sudah terkenal dan mengudara namanya yang menjadi penggagas dari SUCROS ini. Dan banyak pula komika-komika top dari Jawa Timur yang dihasilkan dari terselenggara...